Hari Perempuan Internasional [fr]

Pada tanggal 8 Maret 2018, dalam rangka Hari Perempuan Internasional, bekerjasama dengan Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women), Institut Prancis dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia mengadakan sebuah konferensi internasional dan diskusi yang membahas tentang prinsip dan konsep kesetaraan gender serta feminisme di Indonesia. Diskusi publik tersebut dihadiri oleh sejumlah pengajar, mahasiswa, perwakilan LSM serta aktifis hak asasi manusia. Berlangsung selama setengah hari, para pembicara yang terdiri dari akademisi Prancis dan Indonesia, serta pakar-pakar di bidang feminisme saling bertukar informasi dan pikiran bersama publik. Pertemuan tersebut juga menghadirkan Bapak François Croquette, Duta Besar Prancis untuk Hak Asasi Manusia, Ibu Vennetia Danes, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ; dan Ibu Sabine Machl, Perwakilan UN Women, yang membahas kemajuan dan kemunduran hak-hak perempuan di tahun 2018.

Pada 8 Maret 2018, Institut Perancis Indonesia, bekerja sama dengan UN Women, memprakarsai acara informatif, mendidik dan multidisipliner yang terbuka untuk khalayak umum, tentang feminisme dan hak-hak perempuan di auditorium Institut Prancis di Jakarta.

JPEG
Sesi pertama konferensi ini mempertemukan perwakilan dari UN Women dan dua pakar dalam isu gender: Profesor Claire Joubert (Universitas Paris 8) dan Profesor Wening Udasmoro (Universitas Gadjah Mada), yang ceramahnya memberikan pencerahan tentang perkembangan, perspektif sejarah dan konsep feminisme di Eropa dan Indonesia. Di depan hadirin yang terdiri dari kalangan akademisi, mahasiswa dan perwakilan masyarakat sipil, para pembicara membahas kemajuan yang dibuat oleh gerakan feminisme di sepanjang sejarah, evolusi konsep feminisme, tujuan dari kesetaraan yang ditetapkan oleh PBB untuk Agenda 2030, serta halang rintangan yang harus diatasi.

JPEG
Seusai sesi pertama itu, peringatan Hari Internasional Perempuan dilanjutkan dengan sesi diskusi meja bundar bersama François Croquette, Duta Besar untuk Hak Asasi Manusia, Vennetia Danes, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Sabine Machl, Perwakilan UN Women, dan Profesor Ani Soetjipto, Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Sesi acara ini menyoroti pentingnya komitmen politik yang proaktif dan bersifat strategis terhadap hak-hak perempuan, serta solidaritas internasional dan lintas bidang (yang dapat menyatukan para aktor politik, pendidikan, ekonomi dan budaya) untuk mengurangi kekerasan gender, ketidaksetaraan upah, dan segala sikap diskriminatif berdasarkan gender (seksisme) dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang publik, di ruang pribadi maupun di tempat kerja.

Di awal kedua sesi konferensi ini, UN Women memutarkan dua video yang berjudul « The autocomplete truth » dan « What gender equality means to young people ».

Konferensi bersama Profesor Joubert diselenggarakan kembali di IFI Bandung pada tanggal 9 Maret dan di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta pada tanggal 12 Maret 2018.

Diterbitkan pada 14/05/2018

Kembali ke atas