Investasi Asing di Perancis [fr]

Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe, didampingi Jean-Yves le Drian (Menteri luar negeri), Bruno Le Maire (Menteri keuangan dan perekonomian), dan Agnès Pannier- Runacher (Menteri muda perkonomian), pada hari Selasa 2 Juni 2020 lalu bertukar pikiran dengan belasan orang CEO perusahaan internasional.

- Perbincangan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau tahap-tahap capaian Perancis di sektor ekonomi dan memaparkan upaya-upaya yang ditujukan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian kami di kala kita melewati satu krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus sambil memastikan bahwa raihan-raihan daya tarik ekonomi sejak tahun 2017 tidak diganggu.

- Jerih payah kami untuk mencapai peningkatan daya saing, penyederhanaan dan stabilitas terbayarkan karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, Perancis menjadi negara tujuan utama proyek-proyek investasi luar negeri di wilayah Eropa, pada tahun 2019. Kemajuan yang kami capai sejak tahun 2017 terus meningkat dan juga efektif : tahun 2017 peringkat ketiga, tahun 2018 peringkat kedua, dan tahun 2019 pun naik lagi ke peringkat pertama. Tahun lalu, menurut data yang diterbitkan oleh Business France pada tanggal 2 Juni kemarin, satu dari lima proyek di Eropa masuk ke Perancis, totalnya mencapai 1500 proyek dengan menciptakan 40 ribu lapangan kerja di seluruh wilayah Perancis. Hampir setengah dari investasi tersebut (40%) diarahkan ke kota-kota berpenduduk kurang dari 20 ribu orang.

- Capaian-capaian tersebut menunjukkan :

  • bahwa Perancis memiliki potensi luar biasa yang nyata dan diakui oleh para investor asing.
  • bahwa kebijakan ekonomi yang konsisten dari waktu ke waktu serta berorientasi menuju daya saing dan kepercayaan di bidang penanaman modal, termasuk penanaman modal asing, membuahkan hasil yang menguntungkan bagi seluruh wilayah dan rakyat Perancis. Oleh karena itu, Perancis bertekad untuk melanjutkan upayanya demi meningkatkan daya tarik wilayah Perancis.

- Selain itu, tanggapan Perancis terhadap krisis kesehatan dan krisis ekonomi merupakan salah satu yang paling besar dan paling cepat di dunia. Perancis mengalokasikan 20% PDBnya untuk membantu perusahaan-perusahaan kami baik yang besar maupun kecil, serta para pegawainya. Dengan diberlakukannya pelonggaran karantina tahap kedua, yang diumumkan oleh Perdana menteri Perancis pekan lalu, kami dapat membuka kembali kegiatan masyarakat dan menghidupkan kembali sepenuhnya perekonomian kita. Fase pemulihan ini disertai dengan rencana dukungan khusus bagi sektor-sektor ekonomi yang paling terdampak dan paling strategis di bidang ketenagakerjaan, inovasi, dan ekspor.

Ini merupakan rencana dengan skala yang tak ada bandingannya : program bantuan 18 milyar € untuk industri pariwisata, katering dan budaya, dan 8 milyar € untuk industri otomotif, yang telah diluncurkan dua pekan lalu. Dalam beberapa hari ke depan, program bantuan serupa akan ditujukan ke industri kedirgantaraan dan teknologi.

- Seusai tahap pemulihan ini, akan tiba saatnya untuk melakukan pemulihan yang lebih mendalam dan lebih bersifat struktural, berdasarkan sejumlah prinsip :

  • mempertahankan kerangka kebijakan ekonomi, hukum, perpajakan yang stabil dan kebijakan solidaritas yang sesuai dengan model perlindungan sosial kami.
  • mendukung penciptaan lapangan kerja untuk tidak merusak alat perekonomian dan kompetensi kami.
  • mendukung penawaran produktif kami dan kedaulatan industri kami, tanpa kenaikan pajak dan dengan percepatan investasi di bidang transisi ekologi.

Diterbitkan pada 10/06/2020

Kembali ke atas