Kelompok Pelatihan Angkatan Laut Perancis “Jeanne d’Arc” mengadakan kunjungan ke Kepulauan Indonesia selama beberapa pekan dan mengikuti Multilateral Naval Exercise KOMODO (MNEK)

Perancis dan Indonesia telah menjalin hubungan jangka panjang di bidang pertahanan, masing-masing dengan berkontribusi bagi keamanan dan stabilitas global maupun regional. Kerja sama pertahanan diwujudkan melalui dialog strategis (Dialog Pertahanan Indonesia-Perancis / IFDD yang diadakan setiap tahun), kerja sama persenjataan dan kerja sama nyata di bidang kemiliteran. Angkata bersenjata Perancis dan Indonesia sama-sama tergabung dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timur Tengah dan Afrika. Tentara kita melakukan pertukaran pengetahuan dan bertemu secara berkala baik di darat maupun di laut.

JPEG - 373.9 kb
Photo : Mimma Sutisna

Angkatan laut kedua negara, “Marine Nationale” Perancis dan “ Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut” sama-sama ambil bagian dalam kegiatan bersama ini. Selain itu, Perancis dan Indonesia pun memiliki kepentingan yang sama dalam hal menjaga lalu lintas maritim dan kebebasan berlayar, sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Sejak Presiden Joko Widodo dan Presiden François Hollande mengeluarkan pernyataan bersama tentang kerja sama di bidang kelautan pada tanggal 29 Maret 2017, interaksi antara angkatan laut kedua negara meningkat secara pasti, dengan sejumlah persinggahan kapal di pelabuhan (terakhir di Surabaya dan Jayapura), latihan militer di laut dan beberapa program pelatihan dan pendidikan (di bidang artileri laut, kartografi, hidrografi). Dalam bidang pendidikan dan pelatihan, misi “Jeanne d’Arc”, misi latihan angkatan laut Perancis yang dijalankan oleh dua kapal angkatan laut Perancis ini membuka kesempatan bagi seorang kadet dari Indonesia untuk ikut serta dalam program ini, setiap dua tahun sekali. Tahun ini, misi Kelompok Pelatihan “Jeanne d’Arc” akan melibatkan dua unit kapal, yaitu kapal induk amfibi dan komando BPC DIXMUDE dan kapal pendampingnya, yakni kapal fregat siluman, SURCOUF.

JPEG - 320.7 kb
Photo : Mimma Sutisna

Untuk tahun kedua secara berturut-turut, kelompok Pelatihan “Jeanne d’Arc” akan berlayar ke perairan Asia Tenggara. Pada tahun 2018, serangkaian kunjungan ke beberapa pelabuhan Indonesia dijadwalkan untuk pertama kalinya, dengan dua kali persinggahan, di Jakarta dan di Bali. Setelah itu, misi Perancis akan dilanjutkan dengan berpartispasi pada acara latihan multinasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Indonesia, Multilateral Naval Exercice Komodo 2018, yang akan difokuskan pada tema Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief /HADR). Bidang operasi ini merupakan tema kerja sama yang sudah dijalankan secara berkelanjutan antara Perancis dan Indonesia.

Memang, pada tahun 2005, Misi Perancis “Jeanne d’Arc” telah berpartisipasi pada operasi “Beryx”, dengan mengerahkan tiga unit kapal angkatan laut, sekitar selusin helikopter dan satu pesawat patroli laut dari Angkatan Laut Perancis, Banyak perwira angkatan laut Perancis yang ikut serta dalam operasi pada waktu itu, di antaranya Laksamana Muda Denis Bertrand, yang kini menjadi Komandan Pasukan gabungan Perancis di Pasifik dan akan ikut dalam latihan Komodo 2018 mendatang. Sejumlah Perwira TNI-AL direncanakan ikut sebagai pengamat dalam acara latihan bersama HADR “Southern Cross 2018” yang diadakan Perancis tahun ini. Mereka berkesempatan untuk menjadi peserta penuh pada acara latihan berikutnya.
Selama berlayar di perairan Nusantara Indonesia, Kapal Angkatan Laut Perancis BPC DIXMUDE dan SURCOUF akan berinteraksi dengan Angkatan Laut Indonesia, di antaranya melalui kehadiran tiga orang perwira TNI-AL di atas kedua kapal Perancis ini. Setelah itu, salah satu perwira Indonesia akan bergabung dengan Pangkalan Utama Angkatan Laut Perancis di Toulon (Perancis Selatan) untuk mengikuti kursus pakar artileri laut, pada bulan Mei mendatang.

JPEG - 405.6 kb
Photo : Mimma Sutisna

Kegiatan yang akan diselenggarakan tahun ini cukup istimewa, karena menjadi cermin dari komitmen negara Uni Eropa, khususnya Perancis dan Inggris, di kawasan Asia Tenggara, dengan kunjungan kapal Angkatan Laut Inggris, HMS Albion, ke Jakarta pada tanggal yang sama (22 – 24 April), dan kehadiran detasemen Helikopter Angkatan Laut Kerajaan Inggris (yang terdiri dari sekitar 40 pria dan wanita) di atas kapal Angkatan Laut Perancis BPC Dixmude. Hal ini menggarisbawahi komitmen bersama negara Eropa untuk mendukung supremasi hukum laut dan juga pendekatan multilateral yang bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban regional maupun global.

Setelah mengunjungi Indonesia, kapal DIXMUDE dan SURCOUF akan bertolak ke Darwin, Australia. Dari Darwin, mereka akan kembali melintasi perairan kepulauan Indonesia menuju kota Ho-Chi-Min, Vietnam. Dengan demikian mereka akan menyelesaikan setengah perjalanannya berkeliling dunia. Setelah itu mereka akan berlayar pulang ke Barat, guna kembali ke pangkalannya, di Toulon, Perancis.

Diterbitkan pada 02/05/2018

Kembali ke atas