Kuasa Imajinasi : Malam Pertemuan dan Berbagi Gagasan “La Nuit des idées” 2018 [fr]

Malam Pertemuan dan Berbagi Gagasan “La nuit des idées” akan diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 25 Januari dengan mengusung tema” Kuasa Imajinasi”. Acara ini akan dihadiri sejumlah pembicara dari berbagai kalangan (intelektual, ilmuwan, maupun seniman) yang diundang untuk bertukar pikiran dengan para pembicara lain dari berbagai negara, budaya, disiplin ilmu dan generasi.

Di setiap tahunnya, acara “La Nuit des Idées” merupakan ajakan untuk menemukan berita terbaru tentang pengetahuan, untuk mendengar orang-orang yang memajukan ide-ide di segala bidang, untuk bertukar pikiran tentang berbagai tantangan besar masa kini, untuk merayakan lalu-lintas gagasan antar-negara, lintas-budaya, lintas-disiplin ilmu dan lintas-generasi.

Pada tanggal 25 Januari 2018, edisi ketiga “La Nuit des Idées” akan mengambil tema “Kuasa Imajinasi”, formulasi yang digunakan oleh para pengunjuk rasa di kota Paris pada tahun 1968, slogan itu pun memenuhi tembok kota tersebut.

Lima puluh tahun kemudian, aspirasi atas utopia ini mengambil bentuk-bentuk apa saja ? Apa arti panggilan untuk menjadi kreatif, mulai dari bidang teknologi hingga ekonomi, dari sains hingga urbanisme? Apakah karya-karya imajinasi dapat menolong kita untuk lebih memahami dunia saat ini ?

Di seratus kota di tujuh puluh negara, di tempat-tempat yang paling bergengsi dan paling tidak disangka-sangka, di malam hari, sejumlah diskusi, pementasan, pemutaran film, dan konser akan menawarkan interpretasi tersendiri tentang tema tersebut.

GIF

“La Nuit des idées” di Indonesia

Tahun ini, IFI Jakarta menawarkan untuk mereka-ulang sejarah, selama satu malam ; untuk mengisahkan tentang masa kini yang berbeda dan suatu masa depan yang bagaikan simfoni indah ; untuk membayangkan sebuah dunia yang lebih adil, ideal, atau revolusioner.

Acara ini akan dipersembahkan bagi kuasa imajinasi, agar mimpi-mimpi kita menjadi lebih nyata dan konkret ; juga akan menjadi ajang untuk memperingati peristiwa Mei 68 yang ke-lima puluh tahun.

Malam Pertemuan akan diawali penampilan grup Hip hop asal Perancis, “The French Wingz”. Setelah itu, Venzha Christ akan membawa kita ke persimpangan seni dan ilmu pengetahuan, melalui karya instalasinya. Para murid sekolah Perancis Jakarta (LFJ) akan menjelaskan arti dari “uchronie” (fiksi sejarah dari manipulasi satu atau lebih fakta sejarah) kepada kita, melalui sebuah pentas teater.

Sementara itu, tokoh-tokoh terkemuka sastra , filsafat dan tarian akan berbicara tentang utopia mereka masing-masing kepada kita.

Instalasi seni akan menghiasi auditorium dan “French Wingz” juga akan menjadi bagian dari para panelis kita.

Di sepanjang acara, kita akan terhubung dengan perwakilan IFI lainnya (IFI Yogyakarta, Bandung dan Surabaya) melalui konferensi video, agar malam yang dipersembahkan bagi imajinasi ini dapat juga diikuti oleh Institut Perancis lainnya yang ada di Indonesia.

JPEG

Diterbitkan pada 29/01/2018

Kembali ke atas