Lokakarya Antisipasi Risiko MRT Jakarta (24-26.04.2018)

Dua orang ahli Perancis dari Brigade Pemadam Kebakaran Kota Paris (BSPP) dan Perusahaan Kereta Api Perancis (SNCF) menjadi nara sumber dalam pelatihan bagi para anggota korps pemadam kebakaran dan penyelamatan DKI Jakarta. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Atase Kerjasama Keamanan Sipil untuk kawasan ASEAN, Kedubes Perancis di Singapura, melibatkan pula para insinyur dan teknisi dari operator MRT Jakarta.

JPEG

Tema yang diangkat menyangkut aspek keamanan MRT Jakarta yang sebentar lagi akan dioperasikan di ibu kota. Lokakarya ini berlangsung selama tiga hari, termasuk kunjungan ke proyek pembangunan MRT di bawah tanah. Pada acara itu, pertemuan antara pebisnis Perancis dan kalangan profesional Indonesia di bidang keamanan sipil juga sempat diadakan.

Memang dirasa sangat penting untuk mengantisipasi risiko-risiko baru yang melekat pada moda transportasi baru seperti MRT, khususnya di terowongan bawah tanah :

  • Kebakaran dengan banyak asap dan kenaikan suhu yang tinggi (eksotermis), yang menyebabkan akses ke lokasi sulit bahkan mustahil ;
  • Kebutuhan tim pendahulu yang terlatih dengan peralatan yang sesuai ;
  • Teknik pemadaman dan pengendalian sirkulasi udara yang khusus ;
  • Kemungkinan kecelakaan kereta api dalam terowongan;
  • Konsentrasi manusia yang dapat menjadi target potensial (ledakan, kebakaran, gas beracun, dll.).

JPEG

Tujuan 1 : mengenalkan kepada kedua belah pihak risiko-risiko yang terkait dengan pengoperasian MRT dan cara bagaimana mengantisipasi, mengotrol dan menguasai risiko-risiko tersebut, berdasarkan pengalaman lebih dari seabad yang dimiliki RATP, SNCF dan BSPP.

Tujuan ke-2 : untuk meningkatkan kesadaran semua pihak yang bergerak dalam bidang keselamatan tentang pentingnya berkolaborasi untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Tujuan ke-3 : menawarkan keahlian Perancis kepada korps pemadam kebakaran Jakarta dalam rangka mengoptimalkan keselamatan dan keamanan angkutan umum.

Lokakarya ini diikuti 25 perwira pemadam kebakaran, lima insinyur, para teknisi MRTJ dan juga seorang dosen.

Diterbitkan pada 18/07/2018

Kembali ke atas