Malam pertemuan dan berbagi gagasan “Nuits des idées” di Indonesia, 25 Januari 2018 (Kuasa Imajinasi) [fr]

Pada penyelenggaraan Nuit des idées kedua di Indonesia, tanggal 25 Januari lalu, empat Institut Perancis di Indonesia membuka pintunya, memberi kesempatan bagi imajinasi untuk dituangkan dalam berbagai bentuk.

Pembukaan Nuits des idées di IFI Jakarta disiarkan secara langsung di IFI Surabaya, Yogyakarta dan Bandung sehingga publik yang beragam dan para pembicara dari seluruh nusantara dapat ikut serta pada malam pertemuan yang bertema “Kuasa Imajinasi” ini.

Murid-murid kelas Seni Plastik dari Sekolah Perancis Jakarta menampilkan pandangan mereka atas “uchronie” (fiksi sejarah dari manipulasi satu atau lebih fakta sejarah), yakni karya yang mengajak kita untuk berpikir tentang masa kini dan masa depan, dengan mereka-ulang sejarah melalui sebuah karya seni. Melalui kolase lukisan-lukisan klasik karya pelukis besar, problematika masyarakat kontemporer dipertanyakan dengan penuh humor dan cara yang halus.

Dalam acara la Nuit des idées di semua Institut Perancis di Indonesia, pertunjukan musikal yang orisinil dari para seniman Perancis maupun Indonesia, tampil bergantian.

La Nuit des idées terutama merupakan ajang bagi para aktor perubahan dan inovasi setempat untuk berbicara, baik di bidang ilmiah, seni, dan sosial.

Menandai peringatan ke-50 tahun peristiwa Mei 1968, penyelenggaraan la Nuit des idées tahun 2018 ini juga menjadi istimewa berkat penyelenggaraan sejumlah dialog antara para cendekiawan Perancis dan Indonesia, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka bersama-sama memikirkan warisan peristiwa Mei 1968 dan pengaruhnya terhadap generasi muda masa kini.

Tahun ini, sekitar 760 orang penonton berpartisipasi dalam acara ini di seluruh Indonesia, pertemuan yang mengungkapkan kepada publik Indonesia, kekuatan antar-budaya dan antar-disiplin ilmu, demi mengembangkan kreativitas Perancis-indonesia.

Diterbitkan pada 13/02/2018

Kembali ke atas