Penandatanganan perjanjian untuk memperkuat infrastruktur Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) (25/04/2018) [fr]

Tanggal 25 April lalu, pada kesempatan kunjungan ke Perancis rombongan Kementerian Keuangan Indonesia, Pemerintah Perancis memberikan pinjaman sebesar 22 juta Euro kepada Indonesia, untuk membiayai penguatan infrastruktur Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

JPEG - 87.9 kb
Foto Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Indonesia (kiri) dan Joffrey Celestin-Urbain, Direktur Hubungan Ekonomi Bilateral, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (kanan) pada penandatanganan kesepakatan di Paris, 25 April.

Pinjaman ini digunakan untuk mendanai tahap kedua proyek modernisasi lembaga tersebut (BMKG 2), yang dimulai sejak tahun 2012. Tahap pertama (BMKG 1) juga dibiayai oleh Perancis dan realisasinya dijalankan oleh Météo France International.

Proyek tersebut, lebih berfokus pada infrastruktur pemantauan laut dan teknologi prakiraan cuaca di laut yang amat penting bagi negara seperti Indonesia, yang dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Sektor perhubungan laut, penangkapan ikan, budidaya ikan, industri migas dan pariwisata akan merasakan manfaat langsung dari peningkatan kemampuan BMKG. Program tersebut juga memungkinkan badan ini berkembang menjadi pemain kelas dunia di bidang meteorologi kelautan.

Melalui penandatanganan kesepakatan pinjaman tersebut, Perancis menegaskan dukungannya terhadap Indonesia dan BMKG dalam pengembangan sektor meteorologi. Kedua negara menjalin kerja sama dalam bidang ini sejak tahun 1970-an.

Di hari yang sama, Business France menyelenggarakan seminar tentang pencegahan dan mitigasi risiko bencana alam, bekerja sama dengan BMKG. Acara ini dibuka oleh Duta Besar Perancis, Jean-Charle Berthonnet dan Direktur Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Indonesia, Prof. Dwikorita Karnawati.

Diterbitkan pada 02/05/2018

Kembali ke atas