Perancis dan Indonesia memperkuat kerja sama mereka dalam mendukung transisi energi [fr]

Dalam kesempatan kunjungan ke Indonesia, Bapak Jean Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri dan Eropa, menandai penguatan kerja sama Perancis dan Indonesia di bidang energi. Demikian Surat Niatan ditandatangani oleh Bapak Basilio Dias Araujo, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Bapak Zulkifli Zaini, Presiden Direktur PLN, Bapak Olivier Chambard, Duta Besar Perancis di Indonesia dan Bapak Emmanuel Baudran, Direktur Badan Pembangunan Perancis (AFD) Indonesia Resident Mission dihadapan Menteri Le Drian dan Bapak Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Surat Niatan akan berfokus pada mobilisasi 500 juta euro untuk mendukung Indonesia dalam transisi energi dari berbasis fosil menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

JPEG

Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan yang menyebabkan konsumsi energi menjadi dua kali lipat, dimana sekitar 85% dipasok oleh bahan bakar fosil. Indonesia berjanji pada tahun 2015 untuk mengurangi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dari skenario business as usual, 41% dengan dukungan masyarakat internasional.

Komitmen ini menghasilkan pengumuman rencana netralitas karbon di sektor energi pada tahun 2021, yang akan dicapai pada tahun 2050, pengumuman moratorium pembangunan pembangkit listrik baru di batubara, dan publikasi rencana investasi PLN (RUPTL – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2021-2030, dengan ketentuan bahwa 52% dari kapasitas produksi listrik baru yang terpasang selama periode 2021-2030 akan berasal dari energi terbarukan.

JPEG

Untuk mendukung ambisi tersebut, Indonesia dan Perancis memperkuat kerja sama denganmemobilisasi dukungan teknis dan keuangan dari Grup AFD –(Badan Pembangunan Perancis) untuk transisi energi dan energi terbarukan di Indonesia, dengan jumlah indikatif dukungan sebesar 500 juta euro pada 5 tahun kedepan.

Dukungan ini akan berupa hibah untuk bantuan teknis dalam persiapan dan pelaksanaan proyek, pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia dan PLN, atau bahkan pinjaman kepada sektor swasta untuk investasi energi terbarukan dan efisiensi energi.

Selama 10 tahun terakhir, AFD telah memobilisasi 520 juta euro untuk mendukung Indonesia dalam reformasi sektor energi, pembiayaan investasi publik, dan mobilisasi tenaga ahli dari Perancis.

Tentang AFD :
Badan Pembangunan Perancis (AFD) menerapkan kebijakan Perancis tentang pembangunan dan solidaritas internasional. Melalui kegiatan pendanaan sektor publik dan LSM, pekerjaan penelitian dan publikasi (edisi AFD), pelatihan pembangunan berkelanjutan (Kampus AFD) dan peningkatan kesadaran di Perancis, ia membiayai, mendukung, dan mempercepat transisi menuju dunia yang lebih adil dan lebih tangguh.

Dengan mitra kami, kami membangun solusi bersama, dengan dan untuk penduduk Selatan. Tim kami terlibat dalam lebih dari 4.000 proyek di lapangan, di wilayah luar negeri, di 115 negara dan wilayah dalam krisis, untuk kepentingan bersama - iklim, keanekaragaman hayati, perdamaian, kesetaraan gender , pendidikan atau bahkan kesehatan. Dengan demikian, kami berkontribusi pada komitmen Perancis dan Perancis dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Untuk dunia yang sama.

Diterbitkan pada 25/11/2021

Kembali ke atas