Peringatan setahun gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah (28 September 2018) [fr]

Menyusul gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi, tanggal 28 September lalu, Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2018 menyerukan permohonan bantuan internasional yang mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil Eropa.

Sesuai dengan komitmen yang dibuat Presiden Emmanuel Macron, Perancis bergerak untuk memenuhi kebutuhan yang dimohon oleh Pemerintah Indonesia.

Selama hampir satu Bulan, Pusat Krisis dan Bantuan (CDCS) Kementerian Luar Negeri Eropa menyalurkan dan mengoordinasikan bantuan kemanusiaan Perancis :

- Fasilitas pemurni air yang disediakan oleh CDCS yang dapat memproduksi dan mendistribusikan 1,058 juta liter air minum. Selama 21 hari berproduksi, lebih dari 25 ribu jiwa mendapatkan manfaat dari fasilitas ini.

- Yayasan Véolia dan Aquasisstance kemudian mengambil alih peran CDCS, dengan mengoperasikan empat unit pemurni air agar dapat memproduksi air bersih dalam jumlah yang sama.

- Bantuan kemanusiaan yang diberikan Perancis memungkinkan dikirimkannya total 40 ton kargo, berupa 105 tenda keluarga, satu genset yang diberikan oleh CDCS kepada BNPB. 17 genset dari Electriciens sans Frontières, dan lebih dari 2 juta tablet pemurni air dari LSM Secours Islamique France.

Video dalam bahasa Perancis.

Bantuan Badan Perancis untuk Pembangunan/AFD

Saat terjadi tsunami, para nelayan teluk Palu kehilangan perahu dan peralatan menangkap ikan mereka, sehingga mereka pun tidak dapat menafkahi keluarga mereka. Agar mereka dapat beraktivitas kembali, Badan Perancis untuk Pembangunan memberikan subsidi sebesar 1 Juta Euro. Setahun setelah tragedi tsunami, 53 perahu motor diserahkan kepada para nelayan, 130 perahu lainnya masih dibangun oleh para pembuat perahu di Sulawesi dan akan diserahkan kepada para nelayan pada bulan November mendatang. Kegiatan kampanye penanaman kembali hutan mangrove dipersiapkan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Untuk keterangan lebih lanjut : https://www.afd.fr/en/indonesia-fishermen-back-their-feet-after-tsunami

Diterbitkan pada 03/10/2019

Kembali ke atas