Pernyataan Bersama Duta Besar Perancis dan Jerman untuk Indonesia pada Kesempatan Penandantanganan Traktat Aachen [fr]

Oleh Bapak Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar Republik Perancis untuk Indonesia, dan Bapak Peter Schoof, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia.

Pada 22 Januari 1963, Presiden Republik Perancis Charles de Gaulle dan Kanselir Republik Federal Jerman Konrad Adenauer bertemu di Paris untuk menandatangani sebuah perjanjian kerja sama. Kesepakatan yang disebut "Traktat Élysée" ini bertujuan untuk mencapai rekonsiliasi antara kedua negara. Traktat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama Jerman dan Perancis di bidang hubungan internasional, pertahanan, dan pendidikan. Kesepakatan itu menjadi simbol hubungan yang terbina antara Perancis dan Jerman sejak waktu itu.

Kini, Perancis dan Jerman memiliki ambisi yang sama bagi proyek pembangunan Eropa : yaitu Eropa yang demokratis, berdaulat dan bersatu; Eropa yang kompetitif; Eropa yang merupakan basis kemakmuran dan yang mempertahankan model ekonomi dan social, serta keanekaragaman budayanya; Eropa yang mempromosikan masyarakat terbuka, berdasarkan nilai-nilai bersama yang menjunjung tinggi pluralisme, solidaritas dan keadilan; Eropa yang siap untuk menegaskan peran globalnya dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional.

Pada kesempatan peringatan ke-56 tahun "Traktat Élysee" itu, sebuah perjanjian baru akan ditandatangani di Aachen (Jerman), hari Selasa 22 Januari 2019, oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Traktat Aachen yang baru ini berambisi mendorong konvergensi ekonomi, sosial dan fiskal antara kedua negara; mendukung dan memfasilitasi pembelajaran bahasa satu sama lain. Di kancah internasional, kesepakatan tersebut punya ambisi untuk memperkuat kerja sama Perancis-Jerman dalam kebijakan luar negeri mereka, dan di bidang keamanan serta pertahanan.

Jerman dan Perancis berkomitmen memanfaatkan kehadiran bersama mereka di Dewan Keamanan PBB pada 2019-2020 untuk membuat prakarsa-prakarsa bersama, termasuk di bidang pencegahan konflik, dan untuk meningkatkan koordinasi Uni Eropa dalam urusan yang berhubungan dengan PBB. Maret mendatang, Perancis akan memimpin Dewan Keamanan. Kedudukannya kemudian akan digantikan oleh Jerman pada bulan April, dan oleh Indonesia pada bulan Mei. Oleh karena itu, ini merupakan peluang besar bagi ketiga negara tersebut untuk mendorong dialog mereka di kancah internasional, selama mereka mengemban tanggung jawab utama dalam memastikan perdamaian dan keamanan di seluruh dunia.

Melalui perjanjian baru ini, Perancis dan Jerman menegaskan kembali komitmen mereka untuk lebih memperkuat ekonomi mereka. Kedua negara kami memiliki keterikatan mendalam dengan pasar terbuka, multilateralisme, dan kebijakan perdagangan Uni Eropa yang ambisius. Di bidang ini, Perancis dan Jerman amat mendukung UE dalam elaborasi solusi yang bertujuan memodernisasi sistem perdagangan multilateral. Kedua Negara kami juga memiliki kepercayaan yang besar pada peningkatan perdagangan dengan Indonesia dan secara aktif mendukung negosiasi kemitraan ekonomi komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia.

Sejalan dengan "Traktat Aachen" yang memberi momentum baru dan memperluas ruang lingkup kerja sama antara kedua negara kami, Duta Besar Perancis dan Jerman untuk Indonesia menyatakan keinginan mereka yang kuat untuk bertindak bersama-sama dengan Indonesia, dalam penanganan isu-isu internasional seperti isu perubahan iklim dan semua isu yang dibicarakan dalam G20.

Diterbitkan pada 11/03/2019

Kembali ke atas