Pertemuan antara Ibu Retno Marsudi dan Bapak Jean-Yves Le Drian di Paris (20/02/2022) [fr]

Bapak Jean-Yves Le Drian, Menteri Eropa dan Luar Negeri, bertemu dengan Ibu Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, kemarin di Paris.

JPEG

Kedua menteri menyambut baik kuatnya dinamisme hubungan bilateral dan menegaskan kembali bahwa kemitraan strategis Prancis-Indonesia didasarkan pada ikatan kepercayaan dan visi bersama tentang tantangan-tantangan di Indo-Pasifik sebagai kawasan bebas, terbuka, yang didasari multilateralisme yang efektif dan penghormatan terhadap supremasi hukum, serta tidak mendukung logika konfrontasi. Kedua menteri menggarisbawahi banyak titik konvergensi antara strategi Prancis dan « ASEAN Outlook tentang Indo-Pasifik ».

Para menteri menyambut baik pendalaman kemitraan strategis bilateral, melalui akuisisi 42 pesawat tempur Rafale oleh TNI dan kerja sama yang digagas di bidang kapal selam. Kedekatan antara kedua negara Indo-Pasifik kita tercermin pula dalam keinginan untuk memperkuat kerja sama di kawasan ini, dalam rangka kemitraan strategis kita, di bidang pertahanan, kelautan, transisi ekologi, dan kesehatan. Bapak Jean-Yves Le Drian menyatakan dukungan Prancis atas upaya Indonesia untuk menjadi salah satu pusat produksi vaksin regional berdasarkan prosedur yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kedua menteri juga mengungkapkan keprihatinan mendalam mereka tentang memburuknya situasi kemanusiaan, keamanan dan hak asasi manusia di Myanmar, serta eskalasi kekerasan yang disebabkan oleh angkatan bersenjata Myanmar. Mereka, sekali lagi, melancarkan seruan agar segala bentuk permusuhan dan penggunaan kekerasan dihentikan sesegera mungkin serta diakhirinya pemberlakuan keadaan darurat. Kedua Menteri menyatakan kembali dukungan mereka kepada Utusan Khusus ASEAN serta tugasnya untuk membuka dialog politik dengan semua pihak di Myanmar, dengan tujuan konsensus lima poin ASEAN dapat dilaksanakan secara cepat dan menyeluruh. Mereka kembali meminta otoritas militer Myanmar untuk memastikan akses kemanusiaan yang cepat, aman dan tanpa hambatan ke semua kelompok masyarakat rentan.

Diterbitkan pada 29/09/2022

Kembali ke atas