Wawancara Dubes Prancis dengan Koran Tempo

Intisari dari wawancara ini juga dipublikasikan oleh Koran Tempo pada hari Sabtu, 7 November 2020 (https://koran.tempo.co/).

1. What is the exact statement of French President Emmanuel Macron regarding the beheading case of Samuel Patty?

Dalam sambutannya, Presiden Macron memberikan penghormatan untuk mengenang Samuel Paty. Macron tidak menyinggung soal perlawanan kaum teroris. Sesuai dengan apa yang disampaikannya, ia ingin bicara tetang seseorang, "seorang saudara, seorang paman, seorang rekan". Samuel Paty dibunuh karena ia mengambil keputusan untuk mengajarkan kepada murid-muridnya tentang kebebasan-kebebasan.

Presiden Macron menekankan bahwa Samuel Paty adalah salah satu guru yang akan selalu dikenang, salah satu guru yang penuh dedikasi dan semangat, yang mampu belajar semalam suntuk tentang sejarah agama-agama, agar ia bisa memahami murid-muridnya, kepercayaan mereka yang beranekaragam.

Kemudian, Presiden Macron bertanya kenapa Samuel Paty dibunuh? Ia "bukan merupakan sasaran utama para kaum radikal, ia hanya seorang guru". Ia bukan musuh agama pula : ia mempelajari Quran, ia menghormati murid-muridnya apapun kepercayaan mereka, dan ia punya minat belajar peradaban Islam.

Presiden Macron menyatakan bahwa Samuel Paty adalah "korban konspirasi kegilaan, kebohongan, kebingungan, kebencian terhadap yang lain, kebencian terhadap esensi kita, sebuah konspirasi yang mematikan"

Pada acara penghormatan nasional ini, Samuel Paty menjadi "wajah republik, wajah tekad Prancis untuk melawan teroris demi menjalankan kehidupan sebagai masyarakat warga negara bebas dalam negara kita".

Sebagai kesimpulan, Presiden Macron menyatakan bahwa ia akan membela kebebasan dan akan memenangkan wacana Laïcité (sekularism Prancis). Ia menuturkan bahwa "kebebasan-kebebasan kita akan dapat kita nikmati dalam jangka panjang hanya jika kita mampu menghentikan lingkaran kebencian dan kekerasan, apabila kita menghormati satu sama lain".

GIF
2. Is it true that President Macron allowed Charlie Hebdo to republish the caricature of the Prophet Muhammad under the pretext of freedom of expression?

Penting untuk diingat bahwa di Prancis, pers bebas. Baik Presiden maupun pemerintah tidak punya hak untuk melakukan sensor atau mencegah penerbitan koran.

Prancis membela dan melindungi kebebasan berekspresi, selama tidak mendorong kebencian atau kekerasan, serta tidak mempromosikan terorisme. Dengan demikian, pembatasan pada kebebasan berpendapat atau berekspresi dalam hukum Prancis tidak mencakup kritik terhadap agama atau simbol agama.

Membela kebebasan berekspresi di Prancis tidak berarti bahwa semuanya diperbolehkan : hukum hadir untuk melindungi semua warga negara. Ada perbedaan jelas antara ruang yang diberikan untuk memperdebatkan dan mempertanyakan sistem pemikiran, agama atau kepercayaan apa saja, yang mencakup kebebasan untuk mengkritik termasuk melalui humor, di satu sisi, dan hasutan kebencian agama, di sisi lain. Hanya yang terakhir yang diperangi menurut hukum yang berlaku.

Di Prancis, media apa saja berhak untuk terbit, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan sepenuhnya independen. Hanya pengadilan yang berwenang untuk menentukan apabila kerangka kebebasan berekspresi yang diebrikan oleh hukum dipatuhi atau tidak, sesuai dengan pasal-pasal undang-undang.

Meskipun demikian, membela kebebasan berekspresi tidak berarti bahwa kita tidak memperdulikan reaksi yang ditimbulkan di dunia. Perbedaan sensibilitas memang ada. Tetapi, batas yang tidak boleh dilewati adalah tindak kekerasan, yang tidak dan tidak akan pernah diterima.

Oleh karena itu, agar jelas dipahami : apabila suatu koran di Prancis menyatakan suatu pendapat, pendapat tersebut bukan pendapat pemerintah. Kartun bukan diterbitkan oleh media resmi milik pemerintah, dan bukan pemerintah yang membuat kartun tersebut.

Pokok persoalannya bukan apakah Prancis, dan pemimpinnya, Presiden Macron, membuat atau mendukung kartun tersebut, tetapi apakah Presiden menyetujui untuk menghapus hak tersebut : jawabannya adalah tidak karena merupakan hak masyarakat Prancis yang tercantum dalam undang-undang dasar kami, dan dapat berdampak kepada semua warga negara. Prancis merupakan negara berdaulat dan memiliki undang-undangnya sendiri.

Banyak media salah menyatakan bahwa Presiden Prancis mendukung kartun Nabi. Ia tidak pernah mengatakan hal tersebut, karena kartun ini, saya kutip, mencakup semua agama, tidak ada karikatur khusus yang ditujukan ke satu agama daripada agama yang lain.

GIF
3. Does President Macron know that Islam forbids any visual depictions of Prophet Muhammad even under the pretext of freedom of expression?

Sekali lagi, seperti yang saya jelaskan di atas, Presiden Macron tidak memiliki kemampuan untuk melarang koran apapun selama koran tersebut tidak mendukung kebencian dan kekerasan dan mempromosikan terorisme.

Peran Presiden adalah menjaga undang-undang dasar yang melindungi hak asasi manusia, yang meliputi kebebasan berpendapat dan berekspresi. Charlie Hebdo, yang sering dibicarakan akhir-akhir ini, paling sering menerbitkan karikatur tentang agama Kristen, agama Yahudi, dan baru-baru ini agama Islam.

Koran satir tersebut memang bersifat provokatif terhadap semua kekuatan dan institusi apa pun. Majalah ini menerbitkan karikatur dengan tema yang beraneka ragam, keyakinan yang berbeda-beda, serta tiga agama monoteistik. Charlie Hebdo telah berkali-kali dituntut ke pengadilan oleh sejumlah organisasi yang merasa dilecehkan. Charlie Hebdo divonis bersalah oleh pengadilan sembilan kali dalam empat-puluh delapan perkara yang pernah disidangkan, karena menargetkan individu atau kelompok masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Presiden Macron dalam wawancara di saluran televisi Al-Jazieera pada tanggal 31 Oktober yang lalu, ia memahami dan menghormati perasaan yang ditimbulkan oleh kartun tersebut, tetapi perannya adalah untuk mendinginkan suasana dan melindungi hak atas kebebasan berekspresi.

GIF
4. As a response to President Macron’s statement and the re-release of Prophet Muhammad’s caricature, several Muslim countries have decided to boycott French products. Does it significantly affect your trade? What’s your opinion regarding this matter?

Akhir-akhir ini, terjadi makin banyak seruan di berbagai negara Timur Tengah untuk memboikot produk Prancis, dan, secara lebih umum, untuk menyelenggarakan demonstrasi anti-Prancis, sesekali menggunakan ujaran kebencian, yang marak disiarkan melalui media sosial.

Seruan tersebut menyalahartikan posisi Prancis yang mendorong kebebasan hati nurani (kebebasan untuk percaya atau tidak percaya pada Tuhan), kebebasan berekspresi, kebebasan beragama dan penolakan terhadap ujaran kebencian. Seruan tersebut juga menyalahartikan, demi kepentingan politik tertentu, pidato Presiden Prancis yang disampaikan di kota Les Mureaux pada tanggal 2 Oktober yang lalu, dan pada waktu acara penghormatan nasional untuk mengenang Samuel Paty, yang bertujuan untuk menyatakan perlawanan terhadap radikalisme, dan perlawanan tersebut dilakukan bersama-sama dengan umat Muslim Prancis, yang merupakan bagian integral dari masyarakat, sejarah dan Republik Prancis.

Jadi seruan untuk memboikot produk Prancis tidak memiliki dasar dan sebaiknya dihentikan, sama halnya dengan serangan anti-Prancis yang ditunggangi oleh minoritas yang radikal.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Mahfud MD, yang angkat bicara sesudah pernyataan Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Oktober, mengajak pihak yang ingin menyampaikan aspirasi agar menyatakan pendapat "dengan tertib dan tidak melanggar hukum", "tidak ada di sini yang harus ikut bertanggung jawab, apakah institusi atau perusahaan atau orang, yang ikut bertanggung jawab atau mendukung pernyataan Presiden Macron".

Saya berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang tidak mengikuti seruan untuk memboikot produk Prancis dan serangan terhadap negara kami. Saya tahu bahwa Indonesia mendukung perusahaan kami dan menjamin keselamatan warga negara kami.

GIF
5. In the last two weeks, France has faced two terrorism cases in Paris and Nice. What’s the government response regarding this matter? Does the government stand with its previous statement that they are related to radical Muslim?

Selama beberapa tahun, kami melawan terorisme sepenuhnya. Terorisme telah menelan 300 korban jiwa di Prancis, baik warga negara Prancis maupun warga negara asing yang tinggal di Prancis. Serangan terorisme yang dilakukan atas nama Islam merupakan penyakit bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Apabila kita melihat angka saat ini, dalam 40 tahun terakhir di seluruh dunia, lebih dari 80% korban terorisme adalah orang Muslim.

Mungkin terjadi kesalahpahaman akibat terjemahan. Di Prancis, istilah islamisme radikal adalah radikalisme. Apa artinya ? Islamisme radikal adalah orang ekstremis yang membajak agama untuk melakukan tindakan kekerasan dalam Islam. Beberapa media menerjemahkan perlawanan yang diserukan Presiden Macron melawan terorisme sebagai bentuk permusuhan terhadap Islam. Justru sebaliknya. Prancis merupakan negara yang memiliki jutaan warga negara beragama Muslim. Bukan mereka yang dilawan. Mereka warga negara penuh yang ingin hidup damai. Prancis memiliki negara sahabat di seluruh dunia yang agama mayoritasnya adalah Islam, termasuk Indonesia. Namun kini, dengan mengatasnamakan Islam dan membajak ajarannya, kaum ekstremis menggunakan kekerasan untuk melakukan hal yang terburuk.

Tindakan pemerintah terhadap situasi ini digambarkan di jawaban di bawah ini.

6. What is the current situation of radicalism in France? Is it going worse or better than previously? What will the French government do to handle the situation?

Presiden Macron menegaskan kembali dalam pidatonya di kota Les Mureaux pada 2 Oktober yang lalu, bahwa sedang dipersiapkan rancangan undang-undang untuk melawan kelompok ekstremis yang menggunakan kekerasan sambil mengatasnamakan Islam. Saya ingin fokus pada poin-poin utama :

  • Islamisme radikal lah yang dilawan

Presiden Republik Prancis dengan jelas telah menetapkan sasaran dari strategi tersebut: sebuah ideologi, yaitu Islamisme radikal yang perlu dilawan. Ideologi ini bersandar pada praktek indoktrinasi dan pendirian penataan masyarakat tandingan yang mengabaikan hukum Negara. Dalam pengertian ini, radikalisme ini merupakan proyek "separatis" yang, dalam kondisi tertentu, bias bertujuan ntuk mengambil alih masyarakat.

Semua negara demokrasi dan hampir semua negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) memerangi radikalsime ini, yang sering menjadi inkubator terorisme. Ini terjadi di Prancis selama beberapa tahun terakhir, termasuk melalui pendirian satuan khusus yang tugasnya melawan radikalisme dan komunitas yang menarik diri dari masyarakat, di setiap wilayah departement.

  • Penegasan kembali “laïcité” (sekularisme Prancis) sebagai jaminan kebebasan hati nurani (untuk percaya atau tidak percaya pada Tuhan) dan kebebasan beragama

Presiden Republik Prancis mengingatkan pentingnya laïcité, perekat Republik Prancis, yang merupakan landasan kebebasan beragama, yang memungkinkan setiap komunitas beragama untuk menjalankan ibadah, dan menjaga netralitas Negara terhadap semua agama. Ia menyatakan akan mengumumkan rancangan undang-undang baru yang bertujuan memperkuat laïcité.

Laïcité sama sekali bukan berarti penghapusan agama di ruang publik.

  • Penolakan terhadap penyamarataan yang dinyatakan dengan jelas

Presiden dengan jelas menyampaikan bahwa dia tidak akan mentolerir penyamarataan apapun. Ia membedakan antara mayoritas warga Muslim Prancis yang damai dan moderat, dengan kelompok minoritas militan yang bersifat separatis, yang mengabaikan hukum dan memusuhi nilai-nilai Republik Prancis. Golongan terakhir inilah yang merupakan beban bagi mayoritas Muslim Prancis.

  • Poros-poros utama strategi

Tujuan strategi pemerintah adalah terlebih dahulu memperkuat kerangka Laïcité, untuk melindungi kebebasan beragama dan kebebasan beribadah dari radikalisme agama dan indoktrinasi.

Strategi ini meliput pula penataan Islam di Prancis, agar dapat menemukan tempatnya yang seharusnya dalam masyarakat Prancis dan menjadi salah satu mitra Republik.

Orang Prancis beragama Islam memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara yang lain. Mereka harus dilindungi. Laïcité memberikan perlindungan ini karena menjamin kebebasan beribadah dan kebersamaan berselaras antara masyarkat agama yang berbeda. Laïcité cocok dengan semua agama di wilayah nasional, selama mematuhi azas-azas dan nilai-nilai Republik. Pemerintah Prancis harus memelihara dialog yang berkesinambungan dengan para wakil semua agama.

GIF
7. We heard that you had a discussion with Indonesian Foreign Minister Ms Retno Marsudi a few days ago. Did you discuss the current situation in France regarding President Macron’s statement and the caricature of Prophet Muhammad?

Memang, saya dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia setelah sambutan yang diucapkan oleh Presiden Macron pada acara penghormatan nasional untuk mengenang Samuel Paty.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan Samuel Paty dan pengecaman terhadap pembunuhan tersebut. Lalu, Kemlu menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap apa yang dianggapnya sebagai penghinaan terhadap Islam yang dapat menyebabkan ketegangan.

Setelah itu, Kemlu RI menyampaikan bahwa kedua negara kita merupakan negara demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi dalam UUD masing-masing. Pihak Indonesia meminta sejumlah klarifikasi mengenai pidato Presiden Macron dan menginginkan Prancis untuk terus mempromosikan konsep moderasi, toleransi dan dialog.

GIF
8. What will the French government do to improve communication and bilateral relations with other countries during the current situation, especially with Turkey and Iran?

Uni Emirat Arab telah membela posisi Presiden Macron dalam kontroversi yang sedang berkembang akhir-akhir ini di dunia Muslim.

Dalam sebuah koran Jerman, Die Welt, pada hari senin 2 November, Menteri Luar Negeri UEA, Bapak Anwar Gargash, menyatakan bahwa Emmanuel Macron tidak menyampaikan pesan yang memojokkan Islam. "Anda harus mendengar apa yang sebenarnya diungkapkan oleh Macron dalam pidatonya, ia tidak menginginkan ghettoisasi orang Muslim di Barat dan ia sepenuhnya benar".

Mengenai Turki, seperti yang dikatakan Macron, lebih tergantung pada Presiden Erdogan. Presiden Macron percaya pada hubungan persahabatan dan saling menghormati. Ia tidak pernah menghina seorang pemimpin negara manapun dan menghormati Presiden Turki terpilih. Turki baru kena bencana gempa bumi, dan Prancis langsung menawarkan bantuan satuan SAR kami untuk membantu penduduk Turki yang terkena dampak.

GIF
9. The French government has decided to re-impose lockdown as a response to the current wave of COVID-19 pandemic. How is the cooperation with the other countries from the European Union to reduce the new wave?

Dalam menghadapi kenaikan jumlah kasus pandemi COVID-19, kami harus tetap berupaya untuk meningkatkan koordinasi di tingkat Eropa dengan sebaik mungkin. Memang lazim, tindakan berbeda-beda antara negara, wilayah, daerah atau kota ; ini terjadi di seluruh negara Eropa. Keadaaan ini juga menunjukkan bahwa untuk melawan pandemi ini, diperlukan tindakan yang sesuai dan tepat sasaran.

Dari segi kesehatan, persoalan vaksin juga ditangani di tingkat Eropa. Kita harus menggarisbawahi kemajuan pesat Uni Eropa untuk memastikan kerja sama yang baik. Tiga kontrak telah ditandatangani antara Uni Eropa dan sejumlah laboratorium besar yang menjalankan riset. Penting sekali untuk memperkuat koordinasi dari segi pendanaan dan pra-pengadaan vaksin.

GIF
10. Did the French government contemplate several options before deciding to re-impose Lockdown? How’s the pandemic will be handled during and after the lockdown, especially regarding its impact on the economy?

Dalam menghadapi kenaikan tajam penularan virus yang sama sekali tidak diperkirakan setinggi ini, Presiden Macron memutuskan untuk menerpakan kembali lockdown di Prancis. Kebijakan yang telah diterapkan sejauh ini diperlukan tetapi tidak lagi efisien. Gelombang kedua kasus baru terjadi dengan sangat cepat sehingga menyebabkan sistem kesehatan kami semakin tertekan di hari-hari mendatang (jumlah kasus baru berlipat ganda, kenaikan jumlah kematian).

Seluruh wilayah Prancis terdampak, berbeda dengan gelombang pertama, dan semua wilayah sekarang berada di ambang siaga. Seluruh negara Eropa terdampak : tidak ada negara yang luput, dan beberapa negara sudah mengambil tindakan yang lebih ketat daripada Prancis untuk membendung penyebaran epidemi (Belgia, Italia..). Sudah dapat dipastikan bahwa gelombang kedua ini akan lebih suit dilawan dan lebih mematikan daripada gelombang pertama. Ini sebabnya, Presiden Macron menekankan pentingnya bertindak untuk "menghentikan pandemi secara brutal".
Evolusi epidemi akan dinilai setiap dua minggu untuk memutuskan, jika perlu, langkah-langkah tambahan, khususnya mengenai pembukaan kembali toko-toko dan untuk mengetahui dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Diterbitkan pada 09/11/2020

Kembali ke atas